Senin, 29 Mei 2017

konsep baik buruk

KONSEP BAIK DAN BURUK DALAM AKHLAK MUSLIM
Seorang muslim yang berakhlak mulia, selalu melaksanakan kewajiban-kewajibannya, memberi hak kepada yang berhak. Dia melakukan kewajibannya terhadap dirinya sendiri yang menjadi hak dirinya sendiri, terhadap Tuhannya, yang menjadi hak Tuhannya terhadap makhluk lain , terhadap sesama manusia yang menajdi hak manusia lainnya terhadap alam dan lingkungannya dan terhadap segala yang ada secara harmonis. Dia akan menempati martabat yang mulia dalam pendapat umum. Dia mengisi dirinya dengan sifat sifat terpuji, dan menjauhkan dirinya dari sifat sifatnya yang tercela, dia menempati kedudukan yang mulia secara obyektif, walaupun secara materil keadaannya sangat sederhana.
Dan sebaliknya seseorang yang berakhlak buruk, yang dalam masyarakat sering dianggap melanggar norma-norma yang berlaku, penuh dengan sifat-sifat yang tidak baik, tidak melaksanakan kewajiban yang seharusnya dikerjakannya. Seseorang yang seperti ini akan menyebabkan kerusakan terhadap yang lainnya. Analoginya seperti anggota tubuh yang terkena penyakit, seluruh badan akan merasakan sakitnya karena penyakit tersebut. Sama halnya dengan teori strukturall fungsional, dimana masyarakat merupakan suatu kesatuan yang utuh, yang mempunyai tugasnya masing-masing. Jika salah satu tidak berjalan dengan baik, maka akan mengganggu yang lainnya.

           
A.    Pengertian Baik dan Pengertian Buruk
Istilah baik dalam bahas Arab “khoir” atau “hasanah” dan “toyyibah”, dalam bahasa Inggris disebut ”good”. Istilah baik secara terminologi, ialah sesuatu yang telah mencapai kesempurnaan. Baik dalam perspektif barat sesuatu yang mempunyai nilai kebenaran atau yang diharapkan yang memberikan kepuasan dan yang sesuai dengan keinginan. Sedangkan baik dalam perspektif islma, sesuatu yang mempunyai nilai kebenran yang diharapakan manusia sesuai dengan keinginan syariat islam dan tidak berbenturan dengan fitrah manusia.
Istilah buruk dalam bahasa Arab, “assyarru” atau “alkhobits”. Dalam bahasa Inggris disebut “bad”, atau ”ugliness”. Buruk juga lawan dari tidak baik, tidak sempurna dalam kualitas. Buruk juga berarti keji, jahat,tidak bermoral, tidak etis, tidak menyenangkan, tidak dapat diterima, dan tidak disetujui. Disamping itu, buruk juga berarti semua yang tercela, lawan baik, tidak patut, tidak pantas, tidak bagus dan tidak masuk akal. Jadi, perbuatan buruk berarti perbuatan yang bertentangan denga  norma-norma masyarakat yang berlaku.
B.     Perspektif Islam tentang  Baik dan Buruk
Ukuran baik dan buruk suatu perbuatan menurut aliran manapun belum dapat dijadikan tolak ukur. Sebab belum memberikan kepastian karena bersifat subjektif, temporal, bahkan relatif. Berbeda dengan pengertian baik dan buruk menurut islam yang didasarkan pada petunjuk wahyu dan pada niat orang yang ingin melakukannya. Jika niatnya baik, maka akan mengahsilkan baik pula, meskipun menghasilkan keburukan.perbuatan dengan niat  buruk, tetap bernilai buruk, walaupun mengahasilkan kebaikan. Contohnya padi ditanam yang tumbuh pasti padi,jagung yang ditanam yang tumbuh pasti jagung. Menurut islam, penentuan baik dan buruk harus didasakan pertunjuk al-qur’an dan assunnah. Islam meletakkan persoalan baik dan buruk yang diawali dengan niat. Persoalan yang baik, akan terus berlawanan dengan yang buruk, demikian pula sebaliknya. Itu sebabnya, islam memandang bahwa landasan beraktivitas, mencari ilmu, mengajarkan ilmu kepada orang lain dan aktivitas lainnya yang mesti diawali dengan niat ikhlas yang tertanam dalam hati seseorang. Ikhlas itu ditujukan kepada Allah SWT, baik dalam ucapan maupun tindakan. Karena Allah tidak pernah menerima amal perbuatan seorang hamba-Nya kecuali apabila dilakukan dengan sungguh-sungguh mengikhlaskan yang hanya kepada Allah.
Hakikat baik dan buruk, sesungguhnya diawali dengan niat ikhlas, tanpa itu amalan menjadi sia-sia, tidak akan bermanfaat dan jauh dari keberkahan. Terlihat dalam memulai sesuatu dengan niat, Allah menghendaki terhadap hamba-hamba Nya supaya dalam beraktivitas dimulai dengan niat ikhlas Lillahi Ta’ala.
C.     Ukuran Baik dan Buruk
1.      Baik dan Buruk Perspektif Hedonisme
Paham hedonisme diawali oleh aliran filsafat Yunani, khusunya pemikiran Epicurus (341-270). Menurut paham ini, yang baik adalah perbuatan yang banyak mendatangkan kelezatan, kenikamatan dan kepuasan nafsu. Baik suatu perbuatan dapat dipandang, jika menghasilkan kelezatan dan kebahagiaan. Paham ini lebih mementingan kelezatan akal dan rohani daripada kelezatan jasmani. Sebab kelezatan akal dan rohani itu lebih tahan lama dan kekal daripada kelezatan jasmani. Hal ini disebut sebagai kebahagiaan diri (Egoistic Hedonism). Paham ini juga menilai agar manusia mencari kebahagiaan yang sebesar-besarnya untuk sesame manusia dan untuk kebahagiaan makhluk lainnya.
2.      Baik dan Buruk Perspektif Sosialisme
Menurut aliran sosialisme, baik dan buruk ditentukan berdasarkan adat istiadat yang berlaku dan dipegang teguh oleh masyarakat. Orang yang berpegang teguh dan mengikuti adat dianggap sebagai orang yang baik, dan otrang yang menentang dan tidak mengikuti adat istiadat dipandang buruk dan jika perlu dihukum secara adat. Jadi, kelompok yang menilai baik dan buruk berdasarkan adat istiadat ini dikenal dengan istilah aliran sosialisme. Aliran ini beranggapan bahwa masyarakatlah yang menentukan baik buruk ya suatu tindakan dan perbuatan. Apa yang sudah menjadi kebiasaan yang dianggap baik oleh masyarakat tertentu, itulah yang baik. Demikian pula sebaliknya, jika sesuatu dianggap buruk oleh masyarakat, maka itulah yang buruk.
3.      Baik dan Buuruk Perspektif Utilitarianisme
Secara linguistic, kata utilitarianisme berasal dari kata utilis yang berarti “berguna”. Paham ini berpendapat, bahwa yang baik adalah yang berguna. Penentuan baik berdasarkan nilai guna ini, telah mendapatkan perhatian di masa sekarang, terutama di masyarakat yang materialistic. Di zaman globalisasi ini, kemajuan di bidang teknologi sangat tinggi dan banyak menarik minat banyak orang muslim sehingga kegunaanlah yang menentuka segalanya. Secara individual, paham ini perlu dikritik karena cenderung melihat nilai kegunaan. Apabila ada orang tua jompo atau pemulung sering dianggap enteng, sebab mereka tidak berguna, mereka tak perlu disapa dan dihormati.
4.      Baik dan Buruk Perspektif Evolusi
Darwin (1809-1882) mengatakan, bahwa perkembangan alam ini didasari oleh beberapa ketentuan, yaitu: (a) ketentuan alam, (selection of nature), (b) perjuangan hidup (struggle of life), (c) kekal yang lebih pantas (survival for the fittest). Paham evolusi yang dilontarkan Darwin ini, menjadikan alam dan kehidupan alam menjadi ukuran baik dan buruknya suatu perbuatan. Alexander membawa teori Darwin ini kedalam kajian moral. Menurutnya, moral juga harus berkompetisi dengan nilai nilai lainya. Nilai moral yang bisa bertahan itulah nilai baik, sedangkan nilai lain yang tidak bertahan, ia akan dipandang buruk. Jadi, nilai moral yang baik adalah nilai yang muncul bersama nilai-nilai lainnya sesuai dengan perkembangan zaman dan kultur budaya.
5.      Baik dan Buruk Persfektif Regionalisme
Aliran ini memandang, bahwa segala kegiatan baik  sesuai dengan kehendak Tuhan. Sedangkan, perbuatan yang buruk adalah perbuatan yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Kehendak Tuhan bisa dilihat dari kitab suci agama masing-masing. Dalam kitab suci masing-masing agama, satu sisi dapat dipandang sama dalam menentukan nilai. Di satu, berbeda pandangan dalam menentukan baik dan buruk. Dapat dipertegas bahwa di dunia ini terdapat bermacam-macam agama, dan dalam agama yang sama pun ada beberapa aliran atau madzhab. Agama Hindu, Buddha, Yahudi, Nasrani dan Islam. Masing-masing agama memiliki persfektif dan tolak ukur tentang baik dan buruk yang satu dengan yang lainnya berbeda-beda.perbedaan yang paling kenatara dalam menentukan baik dan buruk, misalnya tentang poligami, mengonsumsi makanan dan minuman, hubungan suami istri,cara berpakaian dan sebagainya.
6.      Baik dan Buruk Persfektif Vitalisme
Baik menurut paham ini adalah kekuatan dan kekuasaan dalam kehidupan manusia. Kekuatan dan kekuasaan yang dapat menaklukan orang lain, yang lemah dan bodoh dianggap perilaku baik. Paham ini  juga lebih cenderung pada   sikap hewan, dan hukum/peraturan siapa yang kuat akan dipandang baik. Jadi, sistem dan hukum yang diberlalkukan akan selalu menginjak yang lemah, dan yang lemah itulah yang buruk dan yang kuat itulah yang baik. Paham ini pernah dipraktikan oleh beberapa penguasa pada zaman feodalisme terhadap kaum yang lemah dan bodoh. Kekuasaan dan kekuatan menjadi lambang dan status sosial untuk dihormati dan dimuliakan.
7.       Baik dan Buruk Persfektif Intuisisme
Baik menurut paham intuisisme, selalu diukur melalui kekuatan batin yang dapat menentukan sesuatu yang baik dan yang buruk dengan bersifat sementara tanpa melihat hasil dan akibatnya.  Paham intuisisme juga biasa disebut paham Humanisme,  dimana kekuatan batin dan kata hati merupakan potensi ruhaniah yang dibawa sejak terlahirnya seorang individu. Namun apa kata hati yang sebebas itu dalam menentukan baik dan buruk belum dapat diterima oleeh semua paham. Sebab, manusia selalu dipengaruhi potensi lain, dan dipengaruhi oleh lingkungannya dalam menentukan baik dan buruk.
Menurut paham humanism (intuisisme) ini, bahwa setiap manusia mempunyai kekuatan naluri batin untuk membedakan yang baik dan yang buruk dengan sekilas pandang. Kekuatan batin ini, terkadang berbeda dengan refleksi dan perbuatan yang disebabkan  pengaruh waktu dan lingkungannya. Oleh sebab itu, kebanyakan manusia sepakat mengenai baik, seperti benar, dermawan, berani keramahan dan semua manusia bersepakat menilai buruk terhadap perbuatan yang salah, seperti kikir, pemarah, pengecut dan sebagainya. Penentuan baik buruk perbuatan melalui kata hati yang dibimbing oleh intuisi.
Menurut Poedjawijatna, bahwa paham humanism ini, yang baik adalah yang sesuai dengan kodrat manusia. Dengan demikian, ukuran baik dan buruk suatu perbuatan menurut aliran ini adalah tindakan yang sesuai dengan derajat manusia dan tidak menentang kepuasan hati manusia.
Jadi, penentuan baik dan buruk yang berdasarkan intuisi ini dapat menghasilkan penentuan baik dan buruk secara universal atau berlaku pada semua orang. Karena manusia seberapa tinggi status sosialnya yang ia sandang, ras, agama yang berbeda. Tetapi potensi hati nuraninya adalah sama. Yang membedakannya, hanya pada bagaimana hati nurani tersebut mampu menyikapi segala sesuatu. Semakin tinggi spiritual dan ilmu pengetahuan yang dimiliki seseorang, maka semakin tinggi pula hati nurani dalam menyikapi persoalan baik dan buruk suatu perbuatan.






hubungan negara dan warga negara dalam negara demokrasi

HUBUNGAN NEGARA DAN WARGA NEGARA DALAM NEGARA DEMOKRASI
A.      PENGERTIN HAK DAN KEWAJIBAN
·         Hak Asasi : hak-hak dasar yang melekat sejak lahir sebgai anugerah dari tuhan yang maaha esa
·         Kewajiban asasi : kewajiban dasar yang harus diijalankan oleh seorang dalam kaitanya dengan kepentingn dirinya sendirialam semesta, msyarakt, bangsa, negara, maupun kedudukanya sebagai makhluk tuhan
·         Masyarakat barat : lebih menekankan hak asasi daripada kewajiban asasi
·         Masyarakat timur : lebih menekankan kewajiban daripada hak asasi. Hak diri dileburkan dlam hak kolektif/sosial
B.      HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA MENURUT UUD 1945
a.       Kewajiban warga negara
Melindungi segenap bangsa, memajukn kesejahteraan umun, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketrtiban dunia
b.      Hak warga negara
Hak anak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan kekerasa dan diskriminasi
c.       Kewajiban warga negara antara lain
Menghormati hak asasi manusia orang lian dalam tertib kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara
d.      Hak negara
teori keadilan aristoteles yang sering disebut dengan teori keadilan yaitu kehrusan warga negara untuk taat kepada negara, keharusan taat itulanhyang menjadi HAK NEGARA



ESENSI DAN URGENSI IDENTITAS NASIONAL
A.      PENGERTIAN IDENITS NASIONAL
Identitas nasional adalah keribdian nasional atau jati diri nasional yang dimiliki suatu bangsayang membedakan satu bangsa dengan bangsa yang lain.
Ada beberpa faktor yang yang menjdikan bangsa memiliki idenitas yang berbeda-beda. Fakto faktor tersebut adalah : keadaan geografi, ekologi, demografi, sejarah, kebudayaan, dan watak masyarakat.
                Identitas nasional dalam konteks bangsa mengacu pada kebudayaan atau kharakerkhas. Sedangkan identitas nasional daam konteks negara tercermin dalam smbol- simbol negara.
Identitas nasional tidak berifat statis namun dinamis. Selalu ada kekuatan tarik enarik antara etnisitas dengan globalitas. Etnisitas memiliki watak statis, mempertaakan apa yang sudah ada, secar turun temurun, selalu ada upaya fundamental danpurifikasi. Sedangkan globalitas memiliki watak dinamis, selalu berubah dan membongkar hal hal yang mapan. Oleh karena itu, perlu kearifan dalam melihat ini. Globalitas atau globalisasi kenyataan yang tidak mungkin dibendung, sehingga sikap arif sangat diperlukan dala hal ini.

B.      IDENTITAS NASIONAL INDONESIA
Identirs nasional indonesia bisa di temukan dalam dasar negara kita yaitu pancasila. Pancasila memiliki dua dimensi identits nasional yaitu dimensi kebangsaan dan dimensi  kenegaraan.
Contoh identitas nasioonal konteks kebangsaanyaitu, masyarakat indonesia masi menilai tinggi nilai ketuhanan, mementingkn musyawarah, dll. Sedangkan bernegara yaitu, pancasila bersama UUD 1945 yang menjadi aturan tertinggi dalam NKRI.
C.      URGENSI IDENTITAS NASIONAL
Urgensi identitas nasional adalah keadaan dimana identitas nasional menjadi sesuatu yang sangt penting bagi warga negara sehingga identitas nasional selalu dibawa oleh masyarakat. Identitas tersebut menjadi tanda engenal masyarakat ketika berada di luar negeri atau berada di tempat asing.



INTEGRASI NASIONAL SEBAGAI PARAMETER KESATUAN DAN PERSATUAN BANGSA
                      

A.      Pengertian Integrasi  Nasional
Menurut kbbi :integrasi nasional adalahpembaharuan sehingga menjadi satu kesatuan yang bulat
Secara politik
Proses penyatuan kelompok budaya dan sosial e dalam kesatuan wilayah nasional yang membentuk suatu identitas nasional.
Secara antropologis
Proses penyesuaian diantara unsur unsur budaya yang berbeda sehingga mencapai keserasian fungsi dalam kehidupan m asyarakat.
Menurut para ahli
Integrasi nasional merupakan penyatuan seluruh unsur bangsa dengan pemerintah dan wilayahnya

B.      Pentingnya integrasi nasional
Masyarakat yang terintegrasi dengan baik merupakan harapan bgi setiap negara. Sebb integrasi masyarakat merupakan kondisiyang diperlukan bagi negara untuk membangun kejayaan nasional mencapai tujuan yang diharapkan.

C.      Pluralitas masyarakat indonesia
Struktur masyarakat indonesia ditandai dengan dua ciri yaitu :
1)      Horizontal yaitu perbedaan suku bangsa, agama, politik, adat, serta perbedaan kedaerahan.
2)      Vertical yaitu perbedaan lapisan bawah dan dan lapisan atas yang cukup tajam.

D.      Strategi integrasi
1)      Strategi asimilasi
percampuran dua budaya atau lebih dimana budaya masing masing melebur menjadi satu dalam budaya yang baru itu dan tidk tampak lagi indentitas asal.
2)      Strategi akulturasi
Percampuran budaya dua atu lebih, tanpa menghilangkan identitas budaya asal.
3)      Strategi pluralis
Merupakan paham yang menghardai perbedaan yang ada dalam masyarakat, pham ini pada intinya mewujudkan integrasi nasional dengan memberi kesempata pada semua unsur perbedaan dalam masyarakat untuk hidup dan berkembang.
E.       Dimensi integrasi nasional
Dapat dilihat dari dua dimensi yaitu dimensi vertikal dan dimensi horizontal, dimensi vertikal dari integrasi addalah dimensi yang berkenaan dengan upaya menyatukan persepsi, keinginan, dan harapan yang ada diantarapara elit dan massa atau antara rakyat dan pemerintahan. Dimensi horizontal, adalh dimensi yang berkenaan dengan upaya mewujudkan persatuan diantara peredaanperbedaan yang ada salam masyarakat itu sendiri yang mengandung unsur sara.

NILAI DAN NORMA KONSTITUSI SERTA KETENTUAN KONSTITUSIONALITAS

A)     Pengertian nilai dan norma
1.       Nilai, sesuatu yang dijadikansebagai panduan dalam ha mempertimbangkan keputusan yang akan diambil. Nilai juga sesuatu yang bersifat abstrak, karena mencakup pemikiran dari seseorang.
2.       Norma, adalah sesuatu yang dalam kehidupan bermasyarakat.  Aturan bertujuan untuk mencapai kehidupan masyarakat yang aman.
B)      Pengertian konstitusi
Secara umum konstitusi adalah dokumen yang memuat aturan aturan hukum dan ketentuan ketentuan pokok atau dasar dasar yang sifatnya tertulis maupun tidak tertulis yanng menggambarkan sistem ketatanegaraan suatu negara.
C)      Nilai konstitusi
Menurut karl loewenstein ada 3 macam nilai konstitusi, yaitu :
1.       Nilai normativ (nilai murni dan konsekuen)
2.       Nilai nominal (tidak sempurna)
3.       Nilai sematik (tidak dilaksanaka)
D)     Fungsi konstitusi
Konstitusi bertujuan untuk membatasi tindkan sewenang wenang pemerintah dan menggambarkan struktur pemerintah suatu negara.
Ada 3 unsur konstitusi meliputi ketentuan tentang :
1.       Struktur lembaga negara dengan lembaga lembaga negara di dalamnya
2.       Tugas atau wewenang masing masing lembaga negara dan hubungan tatakerja antara satu lembaga dengan lembaga lain.
3.       Jaminan hak asasi manusia dan warga negara.
E)      Perubahan konstitusi
Ada 4 macam cara menurutcf strong dalam perubahan uud, yaitu :
1.       Oleh rakyat melalui referendum
2.       Oleh sejumlah negara bagian khususnya negara serikat
3.       Dengan kebiasaan ketatanegaraan atau oleh suatu lembaga negara yang khusus dibuat untuk keperluan negara


belajarlah dari para ulama

    Belajarlah dari para ulama krn ulama sesungguhnya adl pewaris para nabi. Sedangkan para nabi tidak mewariskan harta benda dinar ataupun dirham. Mereka hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa yg berpegangan kepadanya berarti ia telah mendapatkan bagian yg banyak dari warisan mereka. Tuntutlah ilmu krn ia merupakan kemuliaan di dunia dan akhirat dan pahala yg terus-menerus sampai hari kiamat. Allah Ta’ala berfirman dalam surah Al-Mujaadalah ayat 11yang artinya “Niscaya Allah akan meninggikan derajat orang-orang yg beriman di antara kamu dan orang-orang yg diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yg kamu kerjakan.” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mengatakan bahwa salah satu dari amalan yg tidak akan putus pahalanya dari seorang muslim yg telah meninggal sekalipun adl ilmu yg bermanfaat. Kaum Muslimin rahimakumullah!Lihatlah peninggalan para ulama yg tak terhingga sampai saat ini masih ada di hadapan kita sepanjang bulan sepanjang tahun. Peninggalan mereka dipuji jalan mereka dituruti nama mereka ditinggikan dan usaha mereka disyukuri. Jika mereka disebut dalam majlis-majlis orang-orang berdoa dan mengharapkan rahmat Allah utk mereka. Jika disebutkan amal kebajikan dan adab yg tinggi maka ketahuilah merekalah panutan manusia dalam hal itu. Islam tidak membiarkan umatnya dalam kebodohan apa pun bentuknya. Islam justru menuntut umatnya utk menjadi umat yg melandaskan segala pikiran perbuatan dan tindak tanduknya di muka bumi ini dgn ilmu. Jadi adl hal yg tak terbantahkan kewajibannya menuntut ilmu bagi seorang muslim. Orang yg berbuat tanpa ilmu pasti tersesat dan bahkan bisa menyesatkan. Tidaklah mungkin akan sama antara orang yg berilmu dgn orang yg tidak berilmu. Tidak mungkin sama orang yg berjalan digelapan dgn cahaya di tangannya sebagai penerang jalan dgn orang yg berjalan di kegelapan tanpa cahaya menerangi jalannya. Renungkanlah sejenak firman Allah berikut yg artinya “Dan apakah orang yg telah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yg terang dengannya ia dapat berjalan di tengah-tengah manusia serupa dgn orang yg berada dalam gelap gulita dan sama sekali tidak dapat keluar darinya?Demikianlah orang-orang non muslim itu dijadikan memandang baik apa yg telah mereka kerjakan.”Kebodohan akan membuat orang yg memilikinya memandang baik segala yg diperbuatnya. Itu krn ia tidak memiliki ilmu yg dapat membedakan baik dan buruknya sesuatu. Kebodohan hanya akan menghantarkan pemiliknya kepada jurang kehancuran dan kehinaan. Menyadari kebodohan adl suatu keberuntungan. Tidak menyadari kebodohan adl suatu kebodohan di atas kebodohan. Kaum Muslimin rahimakumullah.Kemunduran kita -kaum muslimin- dalam segala bidang saat ini tidak lain merupakan akibat dari kebodohan dan keengganan kita menuntut ilmu atau sudah menuntut ilmu namun jauh dari mengamalkannya. Kadang kita tahu yg baik namun kita berbuat sebaliknya. Kita tahu yg buruk namun kita enggan meninggalkannya. Kita sudah berkubang lumpur namun tidak mau membersihkannya. Masihkan kita tidak menyadari betapa kita saat ini hanya menjadi korban permainan musuh-musuh kita hanya krn kita bodoh? Sudah saatnya tiap kita merenung dan introspeksi diri kemudian bangkit memperbaiki kesalahan dan saling bahu membahu dalam ketakwaan dan kebajikan. Saatnya musuh kita menyadari bahwa singa telah bangun; bahwa kita tidak lemah. Itu dapat kita lakukan dgn menjadi umat yg berilmu dan mengamalkannya. Kaum Muslimin rahimakumullah.Ketahuilah bahwa ilmu tidak didapat dgn berkhayal dan berangan-angan tapi dgn perjuangan dan kesungguhan serta pengorbanan. Namun hasil yg akan didapatkan pasti lbh manis dari yg dibayangkan. Maka janganlah putus harapan teruskan perjuangan dan tawakkallah kepada Allah semata kepada-Nyalah minta pertolongan. Allah adl sebaik-baik Penolong bagi kita. Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia


pentingnya menuntut ilmu




PENTINGNYA MENUNTUT ILMU
Sesungguhnya ilmu adalah kehidupan dan cahaya, sedangkan kebodohan adalah kematian dan kegelapan (Q.S. Az Zumar : 9). Kebutuhan manusia kepada ilmu adalah kebutuhan primer melebihi kebutuhan badan kepada makanan, dalam sehari hanya sekali atau dua kali. Kebutuhan manusia kepada ilmu sangatlah banyak, sebanyak jumlah nafas, karena setiap nafasnya dibutuhkan iman atau hikmah. Jika nafasnya nihil dari iman atau hikmah, sungguh ia binasa, semakin dekat kematiannya dan tidak mendapatkkan jalan untuk membebaskan diri kecuali dengan ilmu.

Setiap orang pasti mengetahui keutamaan ilmu. Sesungguhnya manusia itu berbeda dari semua makhluk yang ada dengan ilmu, akal, dan pemahaman yang diberikan secar khusus padanya. Keutamaan ilmu yang paling nyata adalah bahwa ilmu merupakan sarana untuk bertakwa kepada Allah, dimana dengan takwa manusia akan mendapatkan kemuliaan disisi Allah yaitu surga kebahagiaan abadi. Abu Musa RA berkata : Bersabda Nabi SAW : Perumpamaan petunjuk dan ilmu yang paling nyata dalah bahwa ilmu kepada saya bagaikan hujan yang turun ke tanah, maka sebagian ada yang subur (baik) dapat menumbuhkan tumbuh-tumbuhan serta rumpun yang banyak sekali. Dan ada pula tanah yang keras menahan air, sehingga berguna untuk minum dan penyiram kebun tanaman; dan ada beberapa tanah hanya keras-kering tidak dapat menahan air dan tidak pula menumbuhkan tumbuh-tumbuhan. Demikianlah contoh orang pandai di dalam agama Allah dan mempergunakan apa yang di berikan Allah kepadaku lalu mengajar, dan perumpamaan orang yang tidak dapat menerima petunjuk Allah yang telah ditugaskan kepadaku.(HR. Bukhari-Muslim).

Untuk menghasilkan pendidikan yang baik maka diperlukan dua hal yaitu keistikomahan dan disiplin.
Klasifikasi ilmu :
1. Fardhu ‘Ain
Ilmu pengetahuan tentang prinsip keimanan.
Ilmu pengetahuan tentang syariat-syariat Islam.
Ilmu pengetahuan tentang hal yang diharamkan/dihalalkan.
Ilmu tentang kemasyarakatan.
2. Fardhu Kifayah
Contoh : Ilmu kedokteran, ilmu kebidanan, ilmu jenazah, ilmu komputer, dll.
3. Ilmu yang tercela
Contoh : Ilmu tenung, sihir, santet, dll.
Rasulullah SAW bersabda, ’’ Barang siapa melewati salah satu jalan dengan tujuan mencari ilmu maka Allah SWT membukakan jalan menuju syurga, dan sesungguhnnya para malaikat meletakkan sayap-sayapnya karena ridho kepada pencari ilmu.’’(HR. Abu Dawud dan At Tirmidzi).


akhlak tasawuf gerakan sosial politik di indonesia

1.      Tasawuf Sebagai Institusi Sosial
Kata sufisme hanya ada dalam agama islam sebab agama-agama lain tidak menggunakan istilah tersebut. Sufisme atau Tasawuf sebagaimana halnya mistisme yang mempunyai tujuan yaitu memeperoleh hubungan langsung dan didasari dengan Tuhan. Sufisme di tuduh sebagai sumber bid’ah dan takhayul. Secara sosiologis tasawuf tidak hanya dipahami sebagai suatu sistem kepercayaan terhadap dunia adikodrati yang bersifat illahi yang bersifat pribadi namun juga berkaitan dengan nilai, norma, intuisi, pelaku, ritual dan simbol yang bersifat sosial.
Tasawuf berkaitan erat dengan konstruksi sosial dan budaya yang merupakan refleksi dari tatanan hidup masyarakat yang mendukung. Paham tersebut biasanya dianut oleh paham fenomenologis seperti Peter L.Berger dan Thomas Luckman. Menurut mereka semua realitas sosial termasuk agama, terbentuk dari hasil dari proses dialektis dan eksternalisasi-objektivasi-internalisasi. Tiada realitas yang tidak terbentuk secara sosial dan tidak ada apapun yang tidak berdasarkan aktivitas dan kesadaran manusia.
Proses eksternalisasi adalah proses pencurahan diri manusia kedalam dunia ini. Hal tersebut terlaksana melalui suatu kegiatan yang bersifat fisik maupun mental. Dalam hal ini manusia harus menciptakan dunia yang cocok dengan hakikat ekstensialnya, manusia harus menciptakan dunianya sendiri. Manusia bukan seperti makhluk-makhluk lain yang tercipta sesuai dengan keadaan alam. Maka dari itu manusia tidak hanya mencitakan benda-benda tetapi manusia juga menyadari keberadaannya. Hasil dari kegiatan tersebut menciptakan budaya atau culture. Kebudayaan atau culture merupakan seluruh produk hasil kegiatan manusia.
Kebudayaan hasil dari manusia baik yang material maupun yang immaterial tersebut berubah menjadi suatu realitas diluar penguasaan penciptanya. Realitas tersebut kemudian berubah menjadi realitas objektivasi. Realitas objektivasi berguna untuk mengatur keteraturan dalam masyarakat dan menghasilkan legitimasi. Sehubungan dengan penjelasan sebelumnya manusia merupakan sebagai suatu kumpulan lembaga sosial yang mempunyai nilai dan normanya sendiri dalam mengatur kehidupan masyarakat.
Norma dan nilai berwujud peran-peran yang harus dimainkan didalam masyarakat. Dengan memainkan peran tersebut manusia menghasilkan objektivitas intusional yang mungkin terpisah dalam dirinya. Begitu seseorang akan memainkan peran tersebut maka dia akan menyadari bahwa peran tersebut akan mendikte apa yang harus dia lakukan. Proses tersebut yang dinamakan internalisasi.
Zakat, merupakan ajaran islam tentang kesalehan sosial. Namun zakat juga penting terhadap kesalehan pribadi. Zakat menjaga harta dari kerusakan dan kekotoran dari pemiliknya. Jadi manfaat nya tidak hanya ada pada satu pihak. Tetapi kedua sisi juga merasakan kesalehan berzakat. Zakat tidak hanya dimaksudkan untuk orang lain tetapi juga untuk diri sendiri yaitu untuk membersihkan harta. Seperti halnya dengan haji yaitu menjaga kemabruran hajinya dengan selalu berbuat baik kepada orang lain.
Ada beberapa macam ketidak salehan sosial, diantaranya:
a.       Tidak memiliki keinginan untuk memelihara anak yatim,
b.      Enggan membantu fakir miskin,
c.       Menghalang-halangi seseorang yang ingin menolong orang lain.





2.      Tasawuf dan Kepemimpinan
Nabi Muhammad telah mengajarkan kita praktik-praktik beribadah baik secara vertical maupun horizontal. Nabi sering menyendiri dalam ritual keagamaannya perilaku tersebut sering disebut Tahannus (menyepi, merenung, berdzikir) di gua Hiro. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk ketaatan kepada sang pencipta. Kemudian tercerminlah sifat-sifat dan perilaku Rasul dalam kehidupan yang sufi. Perilaku tersebut selalu di contoh oleh sahabat-sahabat Nabi. Perilaku yang dicontoh adalah bersungguh-sungguh dalam berdzikir, sabar, syukur, rida, qana’ah dan zuhud dalam menjalankan kehidupan.
Al Ghazali merupakan orang yang paling berhasil dalam mengemukakan gagasan-gagasannya mengenai hakikat tasawuf yang di integrasikan dengan syariat islam dalam bentuk tulisan yang sistematis. Para pemimpin yang mendalami tarekat melalui pemahaman tasawuf dapat disebut sebagai sufi. Seorang sufi menghindari berbuat hina dan tidak layak menjadi seorang pemimpin. Dimana banyak generasi muda islam yang banyak terjerumus kedalam dunia matrealistik yang menjauhkan diri dari Tuhan.
Ajaran Tasawuf melalui tarekat mengajarkan diri untuk mengenal sang pencipta yang menghantarkan jiwa yang suci yang dalam istilah tasawuf dikenal dengan sebutan “wali”. Wali tidak hanya memiliki karomah dan kesaktian tertentu tetapi juga mempunyai kekuasaan yang diakui. Setiap manusia (muslim) merupakan wali (wakil) Allah yang menghuni bumi dan melestarikannya. Manusia diberikan akal pikiran oleh Allah berbeda dengan makhluk lainnya. Fitrah manusia adalah dengan menjadi suci kembali ketika menghadap sang pencipta. Hal itu hanya dapat dilakukan dengan menjadi islam yang kaffah.
            Tasawuf merupakan upaca manusia untuk mensucikan batin manusia dari syirik dan penyakit hati. Setiap individu yang menjalani tasawuf dengan kesungguhan, kepribadiannya menjadi sosok panutan dan pengayom bagi diri dan lingkungannya. Pemimpin yang tenang dalam jiwanya berarti mampu menciptakan situasi dan kondisi yang dipimpinnya aman dan tentram.  Demikian pula dalam menciptakan kerukunan dan kesejahteraan dalam menunjang kepemimpinannya. Hal tersebut dapat menjadikan manusia sebagai pemimpin yang bertanggungjawab.
            Tasawuf dan tarekat mempunyai peranan penting dalam mempertahankan eksistensi agama islam dalam negara dan bermasyarakat. Peranan diantaranya yaitu:
1)      Faktor pembentuk mode dan fungsi negara
2)      Sebagai petunjuk jalan hidup pembangunan masyarakat dan ekonomi
3)      Sebagai benteng pertahanan menghadapi kolonialisme Eropa
Tasawuf yang kontekstual pada zaman ini disebut sebagai spiritualisme sosial. Dalam bidang sosial politik, sumbangan dan peran kaum sufi tidak kalah dengan pemimpin lain. Tarekat-tarekat sufi pada masa lalu berperan sebagai kekuatan kekuatan politik diberbagai negri islam. Tarekat safawi misalnya berubah dari gerakan spiritual menjadi gerakan politik dan militer.
Di ezaman sekarang hidup berbangsa dan bernegara, kepemimpinan umat islam dapat dicapai melalui proses politik maupun sistem kerajaan.  Indonesia yang menganut sistem demokrasi pancasila menuntut umat islam untuk terlibat dalam dunia politik. Sejak berdirinya negara, para pendahulu sudah berperan dalam proses kepemimpinan. Pancasila sebagai dasar negara merupakanijtihad para bangsa.
Dalam konten demokrasi, politik merupakan alat untuk meraih kekuasaan. Politik dapat membawa manfaat atau kemadaratan dandapat melukai  apabila lalai dalam mengemban tugas. Dalam berpolitik Al-Quran dan As-Sunnah wajib menjadi rambu-rambu dan pedoman dalam berpolitik. Sungguh tepat dan relevan apabila seluruh pemimpin menggunakan Al-Quran dan As-Sunnah sebagai acuan dan pedoman karena dengan berpedoman pada hal tersebut dapat membentuk pribadi yang unggul dalam kepemimpinan.

Kegagalan dalam berpolitik tidak hanya dialami partai Nasional tetapi juga dialaimi oleh partai berbasis agama. Kegagalan terebut diakibatkan karena tidak cukup kuat menghadapi cobaan kekuasaan. Kelalaian akan garis perjuangan yang di emban menjadi penyebab kegagalan tersebut. Banyak politikus yang awalnya berjalan lurus tetapi ditengah jalan menghadai rintangan dan pada akhirnya tersesat dalam godaan segala jenis nafsu.

academic writing

Nama : Ridho Jatmiko Aji
Nim : 16720051

TUGAS ACADEMIC WRITING
NO
Nama Peneliti
Judul Penelitian
Sumber
Metode Penelitian
Teori
Tempat Penelitian
Hasil Penelitian
1
Ramma Wisnu Dewantara dan Derajad S. widhyharto
Aktivisme dan Kesukareawanan dalam Media Sosial Komunitas kaum Muda yogyakarta
Kuantitatif

Yogyakarta
Kaum muda yang terhimpun sudah masuk dalam komunitas yang telah berhasil dalam menciptakan ruang barudi dunia sosial media. Mereka menggunakan ruang media sosial untuk menyebarkan isu dan informasi mengenai aktivias mereka. Isu tersebut bisa menarik pengguna media sosial lainya dalamm betuk dukungan dan bergabungnya kaum muda ke dalam komunitas. Gerakan ini membantu pemerintah di saat pemerintah tidak mampu mengangkat isu sosial itu ke publik sebagai gantinya.
2
H.M zainuddin dan I.M Hambali
Model Piranti Olah Pikir-Emosional untuk Menumbuh-kembangkan Cinta Budaya Bangsa Siswa Sekolah Dasar
www.e-jurnal.com
Randomized control trials design

Malang
Pembentukan karakter cinta budaya bangsa siswa sangat efektif melalui cerita yang ditayangkan di layar video. Disini siswa diperkenalkan tentang arti hidup bersama orang lain yang sesuai dengan kaidah nilai, etika orang banya. Memahami dan menghayati pentingnya tindakan yang sesuai dengan kepentingan diri sendiri dan orang lain. Kepercayaan diri di setip orang yang harus di bangun terkaait tentang arti hidup dengan orang lain. Membuat perbndingan antara kepercayaan diri sendiri dengan kepercayaandiri setiap orang lain atas arti hidup bersama.



kewarganegaraan

HUBUNGAN NEGARA DAN WARGA NEGARA DALAM NEGARA DEMOKRASI
A.      PENGERTIN HAK DAN KEWAJIBAN
·         Hak Asasi : hak-hak dasar yang melekat sejak lahir sebgai anugerah dari tuhan yang maaha esa
·         Kewajiban asasi : kewajiban dasar yang harus diijalankan oleh seorang dalam kaitanya dengan kepentingn dirinya sendirialam semesta, msyarakt, bangsa, negara, maupun kedudukanya sebagai makhluk tuhan
·         Masyarakat barat : lebih menekankan hak asasi daripada kewajiban asasi
·         Masyarakat timur : lebih menekankan kewajiban daripada hak asasi. Hak diri dileburkan dlam hak kolektif/sosial
B.      HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA MENURUT UUD 1945
a.       Kewajiban warga negara
Melindungi segenap bangsa, memajukn kesejahteraan umun, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketrtiban dunia
b.      Hak warga negara
Hak anak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan kekerasa dan diskriminasi
c.       Kewajiban warga negara antara lain
Menghormati hak asasi manusia orang lian dalam tertib kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara
d.      Hak negara
teori keadilan aristoteles yang sering disebut dengan teori keadilan yaitu kehrusan warga negara untuk taat kepada negara, keharusan taat itulanhyang menjadi HAK NEGARA



ESENSI DAN URGENSI IDENTITAS NASIONAL
A.      PENGERTIAN IDENITS NASIONAL
Identitas nasional adalah keribdian nasional atau jati diri nasional yang dimiliki suatu bangsayang membedakan satu bangsa dengan bangsa yang lain.
Ada beberpa faktor yang yang menjdikan bangsa memiliki idenitas yang berbeda-beda. Fakto faktor tersebut adalah : keadaan geografi, ekologi, demografi, sejarah, kebudayaan, dan watak masyarakat.
                Identitas nasional dalam konteks bangsa mengacu pada kebudayaan atau kharakerkhas. Sedangkan identitas nasional daam konteks negara tercermin dalam smbol- simbol negara.
Identitas nasional tidak berifat statis namun dinamis. Selalu ada kekuatan tarik enarik antara etnisitas dengan globalitas. Etnisitas memiliki watak statis, mempertaakan apa yang sudah ada, secar turun temurun, selalu ada upaya fundamental danpurifikasi. Sedangkan globalitas memiliki watak dinamis, selalu berubah dan membongkar hal hal yang mapan. Oleh karena itu, perlu kearifan dalam melihat ini. Globalitas atau globalisasi kenyataan yang tidak mungkin dibendung, sehingga sikap arif sangat diperlukan dala hal ini.

B.      IDENTITAS NASIONAL INDONESIA
Identirs nasional indonesia bisa di temukan dalam dasar negara kita yaitu pancasila. Pancasila memiliki dua dimensi identits nasional yaitu dimensi kebangsaan dan dimensi  kenegaraan.
Contoh identitas nasioonal konteks kebangsaanyaitu, masyarakat indonesia masi menilai tinggi nilai ketuhanan, mementingkn musyawarah, dll. Sedangkan bernegara yaitu, pancasila bersama UUD 1945 yang menjadi aturan tertinggi dalam NKRI.
C.      URGENSI IDENTITAS NASIONAL
Urgensi identitas nasional adalah keadaan dimana identitas nasional menjadi sesuatu yang sangt penting bagi warga negara sehingga identitas nasional selalu dibawa oleh masyarakat. Identitas tersebut menjadi tanda engenal masyarakat ketika berada di luar negeri atau berada di tempat asing.



INTEGRASI NASIONAL SEBAGAI PARAMETER KESATUAN DAN PERSATUAN BANGSA
                      

A.      Pengertian Integrasi  Nasional
Menurut kbbi :integrasi nasional adalahpembaharuan sehingga menjadi satu kesatuan yang bulat
Secara politik
Proses penyatuan kelompok budaya dan sosial e dalam kesatuan wilayah nasional yang membentuk suatu identitas nasional.
Secara antropologis
Proses penyesuaian diantara unsur unsur budaya yang berbeda sehingga mencapai keserasian fungsi dalam kehidupan m asyarakat.
Menurut para ahli
Integrasi nasional merupakan penyatuan seluruh unsur bangsa dengan pemerintah dan wilayahnya

B.      Pentingnya integrasi nasional
Masyarakat yang terintegrasi dengan baik merupakan harapan bgi setiap negara. Sebb integrasi masyarakat merupakan kondisiyang diperlukan bagi negara untuk membangun kejayaan nasional mencapai tujuan yang diharapkan.

C.      Pluralitas masyarakat indonesia
Struktur masyarakat indonesia ditandai dengan dua ciri yaitu :
1)      Horizontal yaitu perbedaan suku bangsa, agama, politik, adat, serta perbedaan kedaerahan.
2)      Vertical yaitu perbedaan lapisan bawah dan dan lapisan atas yang cukup tajam.

D.      Strategi integrasi
1)      Strategi asimilasi
percampuran dua budaya atau lebih dimana budaya masing masing melebur menjadi satu dalam budaya yang baru itu dan tidk tampak lagi indentitas asal.
2)      Strategi akulturasi
Percampuran budaya dua atu lebih, tanpa menghilangkan identitas budaya asal.
3)      Strategi pluralis
Merupakan paham yang menghardai perbedaan yang ada dalam masyarakat, pham ini pada intinya mewujudkan integrasi nasional dengan memberi kesempata pada semua unsur perbedaan dalam masyarakat untuk hidup dan berkembang.
E.       Dimensi integrasi nasional
Dapat dilihat dari dua dimensi yaitu dimensi vertikal dan dimensi horizontal, dimensi vertikal dari integrasi addalah dimensi yang berkenaan dengan upaya menyatukan persepsi, keinginan, dan harapan yang ada diantarapara elit dan massa atau antara rakyat dan pemerintahan. Dimensi horizontal, adalh dimensi yang berkenaan dengan upaya mewujudkan persatuan diantara peredaanperbedaan yang ada salam masyarakat itu sendiri yang mengandung unsur sara.

NILAI DAN NORMA KONSTITUSI SERTA KETENTUAN KONSTITUSIONALITAS

A)     Pengertian nilai dan norma
1.       Nilai, sesuatu yang dijadikansebagai panduan dalam ha mempertimbangkan keputusan yang akan diambil. Nilai juga sesuatu yang bersifat abstrak, karena mencakup pemikiran dari seseorang.
2.       Norma, adalah sesuatu yang dalam kehidupan bermasyarakat.  Aturan bertujuan untuk mencapai kehidupan masyarakat yang aman.
B)      Pengertian konstitusi
Secara umum konstitusi adalah dokumen yang memuat aturan aturan hukum dan ketentuan ketentuan pokok atau dasar dasar yang sifatnya tertulis maupun tidak tertulis yanng menggambarkan sistem ketatanegaraan suatu negara.
C)      Nilai konstitusi
Menurut karl loewenstein ada 3 macam nilai konstitusi, yaitu :
1.       Nilai normativ (nilai murni dan konsekuen)
2.       Nilai nominal (tidak sempurna)
3.       Nilai sematik (tidak dilaksanaka)
D)     Fungsi konstitusi
Konstitusi bertujuan untuk membatasi tindkan sewenang wenang pemerintah dan menggambarkan struktur pemerintah suatu negara.
Ada 3 unsur konstitusi meliputi ketentuan tentang :
1.       Struktur lembaga negara dengan lembaga lembaga negara di dalamnya
2.       Tugas atau wewenang masing masing lembaga negara dan hubungan tatakerja antara satu lembaga dengan lembaga lain.
3.       Jaminan hak asasi manusia dan warga negara.
E)      Perubahan konstitusi
Ada 4 macam cara menurutcf strong dalam perubahan uud, yaitu :
1.       Oleh rakyat melalui referendum
2.       Oleh sejumlah negara bagian khususnya negara serikat
3.       Dengan kebiasaan ketatanegaraan atau oleh suatu lembaga negara yang khusus dibuat untuk keperluan negara